Pemerintah melaksanakan lelang Surat Berharga Syariah Negara pada tanggal 23 Januari 2018 di Jakarta untuk seri SPNS10072018 (reopening), PBS016 (reopening), PBS002 (reopening), PBS017 (reopening), PBS012 (reopening) dan PBS004 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia.

Total nominal yang dimenangkan dari keenam seri yang ditawarkan tersebut adalah mencapai Rp8.630.000.000.000,00 (delapan triliun enam ratus tiga puluh miliar rupiah).

Total nominal dimenangkan tersebut adalah hasil dari total penawaran yang masuk sebesar Rp27.992.200.000.000,00 (dua puluh tujuh triliun sembilan ratus sembilan puluh dua miliar dua ratus juta rupiah).

Hasil dana terhimpun sebesar Rp 8,630 Triliun tersebut adalah melebihi dari target indikatif pada lelang Sukuk Negara kali ini yaitu sebesar Rp 8 Triliun.

Dari total lelang sebesar Rp 8,630 triliun yang dimenangkan, Pemerintah menyerap dana sebesar Rp 2 triliun dari seri SPN-S 10072018 dengan tingkat imbalan diskonto. Kemudian dari seri PBS016 terserap dana Rp 2,970 triliun dengan tingkat imbalan 6,25%. Berikutnya seri PBS 002 menghasilkan serapan dana sebesar Rp1,040 triliun dengan tingkat imbalan 5,45%. Selanjutnya seri PBS017 menghasilkan dana sebesar Rp Rp0,560 triliun dengan tingkat imbalan 6,125%. Seri PBS012 tidak berhasil menyerap dana. Sementara terakhir seri PBS004 menghasilkan dana sebesar Rp2,060 triliun dengan tingkat imbalan senilai 6,1%.

SBSN seri SPN-S di atas akan diterbitkan menggunakan akad Ijarah Sale and Lease Back dengan mendasarkan pada fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) nomor 72/DSN-MUI/VI/2008. Sedangkan SBSN seri PBS akan menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased dengan mendasarkan pada fatwa DSN-MUI nomor 76/DSN-MUI/VI/2010.

Underlying asset untuk penerbitan seri SPN-S menggunakan Barang Milik Negara yang telah mendapatkan persetujuan DPR R.I. dan telah memenuhi persyaratan seperti diatur dalam Pasal 2 ayat 4 Peraturan Menteri Keuangan nomor 56/PMK.08/2012 tentang Pengelolaan Aset Surat Berharga Syariah Negara yang Berasal dari Barang Milik Negara. Sedangkan underlying asset untuk penerbitan seri PBS menggunakan proyek/kegiatan dalam APBN tahun 2018 yang telah mendapat persetujuan DPR R.I. melalui UU Nomor 15 Tahun 2017 tentang APBN Tahun Anggaran 2018 dan sebagian berupa Barang Milik Negara.

Sumber: Yudi Suharso, mysharing.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *