DREAM – CEO Generali Indonesia, Edy Tuhirman, mengatakan, pihaknya mendapat temuan terkait kecenderungan Muslim Indonesia yang enggan berasuransi. Tetapi, menurut dia, umat Islam justru lebih tertarik dengan wakaf karena bagian dari ajaran agama.

” Masih sedikit orang yang ingin berasuransi. Tapi kalau wakaf, orang ingin,” kata Edy saat peluncuran iPlan Syariah di Jakarta, ditulis Kamis 26 Januari 2018.

Fakta tersebut mendasari Generali Indonesia meluncurkan produk asuransi barunya, Insurance Protection Linked Auto Navigation (iPLAN) Syariah. Asuransi ini dilengkapi fasilitas wakaf sehingga pemilik premi dapat menikmati dua manfaat sekaligus, yaitu asuransi sekaligus wakaf.

Selanjutnya, Edy mengatakan masih banyak orang Indonesia yang tidak berasuransi karena belum tahu manfaatnya. Fitur wakaf dihadirkan untuk menarik minat masyarakat, khususnya Muslim, untuk berasuransi.

“ Masih banyak yang anti asuransi karena belum tahu fungsinya. Dengan (produk) ini, orang melihat wakafnya—bukan asuransinya, melainkan ibadahnya. Asuransi cuma alat mencapai wakaf,” kata dia.

Edy mengatakan iPLAN Syariah memiliki kontribusi minimum Rp10 ribu per hari atau Rp300 ribu per bulan untuk berwakaf sambil berasuransi. Setiap lima tahun sekali, hasil asuransi akan diwakafkan ke lembaga penerima wakaf, termasuk Dompet Dhuafa.

Menurut Edy, rata-rata nasabah berkontribusi sebesar Rp2 juta per bulan, bahkan ada yang menambah kontribusi. “ Jarang ada nasabah yang berhenti di tengah jalan. Kebanyakan malah top up,” kata dia.

Sumber: Annisa Mutiara Asharini, dream.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *