Dalam upaya menyempurnakan konsep kaderisasi FoSSEI yang lebih baik, Bidang 4 KA-FoSSEI bagian Mentoring dan Pengembangan kader FoSSEI baru saja mengadakan pertemuan di SILOL Café Kotabaru, Yogyakarta (26/1). Pertemuan ini merancang rencana strategis Alumni FoSSEI dalam membuat agenda kaderisasi yang lebih matang, yakni bagi aktivis FoSSEI yang masih aktif di kampus.

Agenda kali ini membahas perbaikan sistematika organisasi FoSSEI, di mana perlu ada pemisahan alur kaderisasi di FoSSEI/KSEI, yaitu (1) Kader Dakwah Ekonomi Islam (yaitu setiap orang yang sudah menjadi anggota KSEI) dan (2) Calon Pemimpin/Leader (baik itu di KSEI/FoSSEI regional/FoSSEI Nasional).

Ketua bidang 4 KA-FoSSEI, Hikayah Azizie Nur Faridha menyatakan perlu adanya sistem yang matang agar kedepannya FoSSEI mampu menghasilkan kader yang militan dalam menyiarkan Ekonomi Islam. “Mungkin selama ini sudah ada sistem tersebut, tapi hasil yg ada dirasakan masih sangat minimal, terutama untuk bisa mencetak pemimpin yang akan menempati posisi puncak di KSEI & FoSSEI”, ujar Azizie.

“Selama ini dirasakan FoSSEI selalu kekurangan leader baik secara kuantitas maupun kualitas. Oleh sebab itu kami berpikir untuk mencari solusinya. Mungkin, FoSSEI Leadership School (FLS) akan menjadi salah satu dari jawaban permasalahan ini. Akan seperti apa & bagaimana FLS, ini masih dalam tahapan perumusan oleh kami, yakni tim KS-FoSSEI bersama Presnas & tim kecil FoSSEI. Semoga di Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) FoSSEI di Universitas Airlangga yang akan datang, kami sudah bisa mensosialisasikan program ini ke kader FoSSEI”, ujarnya menambahkan.

Agenda ini juga dihadiri oleh Achmad Iqbal (Dewan Penasehat KA-FoSSEI), Gilang Fatihan (Presnas FoSSEI), dan beberapa alumni FoSSEI lainnya yang berasal dari bidang 4 KA-FoSSEI. Tidak hanya itu, beberapa anggota diantaranya tetap bertatap muka dalam rapat ini dengan sambungan teleconference.

“Agenda FLS ini akan dijadikan sebagai salah satu program KA-FoSSEI untuk ikut serta dalam membangun sistem yang kuat di FoSSEI, sehingga bisa menjawab permasalahan mengenai minimnya kader/leader di FoSSEI”, tutup Azizie.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *